Kamis, 04 November 2010

Deskripsi Workshop Bimtek Pengembangan KTSP (Part 4)

JADWAL KEGIATAN BIMTEK KTSP BAGI GURU SD SE KALIMANTAN SELATAN KEGIATAN PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN KTSP SERTA PELAKSANAAN PERDA AL-QUR'AN PROGRAM MANAJEMEN PENDIDIKAN DINAS PENDIDIKAN PROVKALSEL TAHUN 2010 TANGGAL 01 S.D. 04 NOVEMBER 2010

HARI 1      JAM            KEGIATAN                                                 NARA SUMBER        KET
1           12.00-15.30     CHECK IN                                                  Panitia
2           15.30-16.30     PEMBUKAAN                                            Dinas prov
3           17.00-18.00     Komitmen Pserta                                          H. Sakerani, M.Pd
             18.00-20.00     ISOMA              
4           20.00-20.45     PBKB                                                          Drs. Ngadimin Saleh, M.Si
5           20.45-21.30     PBKB                                                          Drs. Ngadimin, M.Si
HARI 2
1           08.00-08.45     Model Pembelajaran/ ICARE                       Dra. Sri Ekonomi, M.Pd
2           08.45-09.30     Model Pembelajaran/ICARE                        Dra. Sri Ekonomi, M.Pd
3           09.30-10.15     Model Pembelajaran/ICARE                        Dra. Sri Ekonomi, M.Pd
             10.15-10.30     REHAT
4           10.30-11.15     Analisis Konteks                                          M. Yusri Zani, M.Pd
5           11.15-12.00     Analisis Konteks                                          M. Yusri Zani, M.Pd
6           12.00-12.45     Analisis Konteks                                          M. Yusri Zani, M.Pd
             12.45-14.00     ISOMA             
7           14.00-14.45     PBKB                                                         Drs. Ngadimin Saleh, M.Si
8           14.45-15.30     PBKB                                                         Drs. Ngadimin Saleh, M.Si           
9           15.30-16.15     Ekonomi Kreatif                                          Drs. Ngadimin Saleh, M.Si
             16.15-16.30     REHAT                                                    
10         16.30-17.15     Ekonomi Kreatif                                          Drs. Ngadimin Saleh, M.Si
11         17.15-18.10     Ekonomi Kreatif                                          Drs. Ngadimin Saleh, M.Si
             18.00-20.00     ISOMA                                                      Drs. Ngadimin Saleh, M.Si
12         20.00-20.45     Impl. PBKB dlm Silabus/RPP                      H. Sakerani, M.Pd
13         20.45-21.30     Impl. PBKB dlm Silabus/RPP                      H. Sakerani, M.Pd
HARI 3
1           08.00-08.45     Impl. PBKB dlm Silabus/RPP                      H. Sakerani, M.Pd
2           08.45-09.30     Impl. PBKB dlm Silabus/RPP                      H. Sakerani, M.Pd
3           09.30-10.15     Impl. PBKB dam Silabus/RPP                     H. Sakerani, M.Pd
             10.15-10.30     REHAT  
4           10.30-11.15     Impl. PBKB  dlm Silabus/RPP                     H. Sakerani, M.Pd
5           11.15-12.00     Telaah KTSP, Silabus dan RPP                   M. Yusri Zani, M.Pd
6           12.00-12.45     Telaah KTSP, Silabus dan RPP                   M.Yusri Zani, M.Pd
             12.45-14.00     ISOMA
7           14.00-14.45     Telaah KTSP, Silabus dan RPP                   M. Yusri Zani, M.Pd
8           14.45-15.30     Telaah KTSP, Silabus dan RPP                   M. Yusri Zani, M.Pd
9           15.30-16.15     Telaah KTSP, Silabus dan RPP                   M. Yusri Zani, M.Pd     
             16.15-16.30     REHAT
10         16.30-17.15     Telaah KTSP, Silabus dan RPP                   M. Yusri Zani ,M.Pd
11         17.15-18.00     Analisis Keterlaksanaan KTSP                    H. Syah Jehan, S.Pd
             18.00-20.00     ISOMA
12         20.00-20.45     Analisis Ketrlaksanaan KTSP                      H. Syah Jehan, S.Pd
13         20.45-21.30     Analisis  Keterlaksanaan KTSP                   H. Syah Jehan, S.Pd
HARI 4
1           08.00.08.45      Analisis Keterlaksanaan KTSP                    H. Syah Jehan, S.Pd
2           08.45-09.30     Analisis Keterlaksanaan KTSP                    H. Syah Jehan, S.Pd
3           09.30-10.15     Analisis Keterlaksanaan KTSP                     H.Syah Jehan, S.Pd
             10.15-10.30     PENUTUPAN  

Deskripsi Workshop Bimtek Pengembangan KTSP (Part 3)

Tata Tertib
1.  Kewajiban Peserta
Setiap peserta wajib memenuhi semua ketentuan yang telah diatur oleh panitia pelaksana sebagai berikut :
  • Mendaftarkan diri kepada panitia pada saat check in peserta
  • Menyerahkan Syrat Tugas dari kepala dinas kab/kota setempat 
  • Menyerahkan Biodata yang telah diisi lengkap kepada panitia 
  • Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari acara pembuka hingga kegiatan penutupan
  • Melaporkan diri kepada panitia apabila akan meninggalkan tempat kegiatan karena keperluan mendesak
  • Menandatangani daftar hadir setiap mengikuti kegiatan yang telah disediakan oleh panitia

Deskripsi Workshop Bimtek Pengembangan KTSP (Part 2)

BAB II
PELAKSANAA

A.  Pengorganisasian
Kegiatan Bimtek KTSP ini dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Program Manajemen Pelayanan Pendidikan bekerjasama dengan Tim Pengembang Kurikulum Provinsi Kalimantan Selatan
.
B.  Peserta
1.  Unsur dan Jumlah Peserta
  •  Guru Mata Pelajaran sekolah dasar 50 orang (mewakili kelompok mata pelajaran yang UASBN-kan)
  • Guru Mata Pelajaran SMM 50 orang (mewakili kelompok mata pelajaran yang UN-kan)
  • Guru mata pelajaran SMA/SMK 50 orang (mewakili kelompok mata pelajaran uang UN-kan)
2.  Kriteria Peserta
  • Diutamakan guru mata pelajaran yang di UASBN kan, memahami kurikulum secara aktif sebagai koordinator/anggota TPK Kabupaten/kota
  • memiliki kemampuan untuk mendesiminasikan hasil bimtek kepada pihak lain yang memerlukan
  • memiliki kemampuan menggunakan komputer (sarana TIK)
  • Memilki kesiapan mental, fisik, dan waktu untuk melaksanakan tugas Bimtek KTSP

C.  Nara Sumber dan Fasilisator
1.  Nara Sumber dan Fasilisator
     Nara Sumber dan fasilisator terdiri dari :
  • Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan
  • Tim Pengembang Kurikulum Provinsi Kalimantan Selatan
  • Kepala Sekolah/guru SD/SMP/SMA/SMK di lingkungan Pendidikan Kota Banjarmasin
2.  Kreteria Fasilisator Bimtek KTSP antara lain :
  • Telah mengikuti kegiatan TOT (Pemantapan Tim Fasilisator) baik yang diselenggarakan oleh Pusat (Direktorat Pembinaan SMA) maupun oleh Provinsi/Kabupaten /Kota (Dinas Pendidikan/Pemda)
  • Memahami subtansi /materi bimtek yang akan disampaikan;
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi aktif dan interaktif dengan peserta;
  • Mempunyai kemampuan mendesiminasikan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki;
  • Memiliki kemampuan dan keterampilan mengoperasikan komputer (TIK) serta membuat /mengembangkan bahan presentasi secara mandiri
  • Memiliki kesiapan fisik, mental dan waktu untuk melaksanakan tugas sebagai fasilisator
D.  Waktu dan Tempat

Workshop Bimtek Pengembangan KTSP ini di laksanakan 4 hari atau setara 40 jam @ 45 menit, bertempat di Hotel Pesona Jalan Brigjen Hasan Basry Banjarmasin.
  1. Kelompok Sekolah Dasar tanggal 1-4 November 2010
  2. kelompok SMP tanggal 4-7 November 2010
  3. Kelompok SMA/SMK tanggal 7-10 November 2010
Jadwal pelaksanaan kegiatan terlampir.

E.  Panitia dan Nara Sumber/Fasilisator
Panitia

Ketua :  Drs. Riyadi
Sekretaris :  Drs Hj. Siti Mastinah
Anggota :  Drs. Talmas, Hadeli Rosyaidi, M.Pd, Nursholati, S.P,  Gt. Wandi Distalata

Nara Sumber
  1. Drs. H. Humaidi Syukri (Kadisdik Prop. Kalsel)
  2. Drs. H. Herman Taupan (Sekdisdik Prop. Kalsel)
  3. Drs. Ngadimin Saleh, M.Si ( Ketua TPK Prop. Kalsel)
  4. Drs. H. Sakerani, M.Pd  (SD Negeri 5 Kebun Bunga)
  5. Dra. Sri Ekononi (Dosen Unlam Banjarmasin)
  6. Drs. Yusri Zani, M.Pd (SDN Telaga Biru 1 Banjarmasin)
  7. Drs. Syah Jehan (Guru SMPN 2 Banjarmasin)

Deskripsi Workshop Bimtek Pengembangan KTSP (Part 1)

Deskripsi Workshop Bimtek Pengembangan KTSP SD
Oleh : Triyanta, S.Pd, dkk

BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Salah satu amanat yang harus dikerjakan oleh satuan pendidikan dalam rangka melaksanakan kebijakan standar nasional pendidikan PP No. 19 Tahun 2005 pasal 16 dan 17 adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).  KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Pengembangan dan pelaksanaaan KTSP merujuk pada standar isi (Permendiknas No. 22/2006), Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kelulusan dan Panduan Penyusunan KTSP. Selanjutnya paling lambat tahun 2009/2010 satuan pendidikan harus sudah menerapkan SI dan SKL, sementara untuk standar yang lainnya diharapkan dapat tercapai paling lambat 7 (tujuh) tahun setelah PP No. 19 Tahun 2005.

Berkaitan dengan keterlaksanaan KTSP pengalaman masa lalu, menunjukkan bahwa apapun konsep  atau kebijakan dalam berbagai bidang  yang diluncurkan oleh pemerintah , tidak akan berhasil dengan baik  apabila kebijakan atau konsep dimaksud tidak dapat dipahami secara benar oleh masyarakat terutama oleh pihak-pihak  yang mempunyai tugas pokok  dan fungsi terkait langsung dengan kebijakan dimaksud, mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota dan tingkat satuan pendidikan/sekolah selaku pelaksana kebijakan.

Oleh karena itu, agar penerapan seluruh standar nasional tersebut di atas dapat terlaksanan dan tercapai sesuai dengan harapan dan tujuan yang telah ditetapkan, maka semua personil yang terlibat dalam proses penyiapan pelaksanaan KTSP harus memahami seluruh standar dimaksud secara benar, baik yang berkaitan dengan subtansi maupun implikasi dari penyelenggaraannya. Dengan demikian, masing-masing pihak akan dapat menetapkan strategi implementasi yang tepat dan mampu menerapkan  dan mengimplementasikannya sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing.

Untuk merelalisakan hal tersebut di atas, salah satu kegiatan program menejemen pelayanan pendidikan pada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2010 melaksanakan Workshop Bimtek KTSP SD, SMP dan SMA/SMK di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Tim Pengembang Kurikum Provinsi Kalimatan Selatan.

B.  Dasar Pelaksanaan

  1. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Dasar
  2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  3. Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006 tentang SI dan SKL
  4. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan pada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2010
C.  Nama Kegiatan

      Workshop Bimtek Penegembangan KTSP SD/SMP/SMA/SMK Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan
      Tahun 2010

D.  Tujuan
      Tujuan Bomtek KTSP adalah :
  1. Meningkatkan pemahaman peserta bimtek tentang subtansi dan makna dari berbagai landasan hukum/peraturan (UU, PP, Permendiknas, yang menjadi acuan dalam KTSP).
  2. meningkatkan kemampuan/ketrampilan peserta bimtek dalam penyusunan KTSP, pengembangan perangkat dan keterlaksanaan pembelajaran
E.  Hasil yang Diharapkan
     Hasil yang diharapkan dari Bimtek KTSP) adalah :
  1. Terlaksananya kegiatan Workshop Bimtek KTSP dengan baik dan lancar sesuai harapan
  2. Meningkatnya pemahaman peserta bimtek tentang subtansi dan makna dari berbagai landasan hukum/ peraturan (UU, PP, Permendiknas dan Panduan  yang diterbitkan BSNP) yang menjadi acuan dalam pelaksanaan KTSP.

Selasa, 02 November 2010

Pendidkan Budaya dan Karakter Bangsa (PBKB)

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Pengertian :
Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berfikir, nilai, moral, norma dan keyakinan manusia yang dihasilkan masyarakat. Karakter adalah watak, tabiat, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagi landasan untuk cara pandang berfikir, bersikap dan bertindak. Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan Budaya dan karakter Bangsa adalah usaha bersama sekolah dan oleh karenanya dilaksanakan secara bersama oleh semua guru dan pimpinan sekolah melalui semua mata pelajaran dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya sekolah.

Sumber Nilai-nilai PBKB
  1. Agama
  2. Pancasila
  3. Budaya
  4. Tujuan Pendidikan Nasional
Prinsip Pengembangan :
  1. Berkelanjutan
  2. Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah
  3. Nilai tidak diajarkan tetapi dikembangkan
  4. Proses pendidikan dengan prinsip pakem
Perencanaan PBKB :
  1. Pengembangan diri (kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan, keteladanan, pengkondisian)
  2. Pengintegrasian dalam mata pelajaran
  3. Budaya Sekolah
Implementasi dalam KTSP :
Implementasi dalam bentuk Dokumen
  1. Visi
  2. Misi
  3. Tjuan Sekolah
  4. Struktur Kurikulum
  5. Kalender Pendidikan
Implementasi dalam kegiatan :
  • Kegiatan ekstra kurikuler
  • Kegiatan BK
  • Kegiatan Terprogram
  • Kegiatan Rutin
  • Kegiatan Spontan
  • Kegiatan Teladan
  • Integrasi dalam mata pelajaran
  • Muatan lokal
Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, adalah pendidikan yang membiasakan delapan belas karakter sebagai berikut :

  1. Relegius
  2. Jujur
  3. Toleransi
  4. Disiplin
  5. kerja Keras
  6. Kreatif
  7. Mandiri
  8. Demokratis
  9. Rasa Ingin tahu
  10. Semangat Kebangsaan
  11. Cinta Tanah Air
  12. Menghargai Prestasi
  13. Komunikatif dan bersahabat
  14. Cinta Damai
  15. Gemar Membaca
  16. Peduli Lingkungan
  17. Peduli Sosial
  18. Tanggung Jawab
 Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
  1. Pengembangan potensi agar menjadi pribadi yang berperilaku baik
  2. Memperkuat kiprah pendidikan dalam pengembangan potensi siswa yang lebih bermartabat
  3. Untuk menyaring budaya sendiri maupun asing yang tidak sesuai dengan martabat dan karakter bangsa
Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
  1. Mengembangkan potensi kalbu, nurani, sikap peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai budaya dan karakter
  2. Membiasakan perilaku peserta didik agar sejalan dengan nilai universal  dan tradisi budaya religius
  3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab 
  4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, dan berwawasan kebangsaan
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, kreatif, bersahabat, nasionalisme, yang penuh kekuatan

By : Gazali Rakhman, Ali Hamka & Triyanta
Dikutip : Workshop Bimtek Pengembangan KTSP SD Se Kalimantan Selatan Tanggal 1-4 November 2010
Hotel Pesona

Senin, 01 November 2010

Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa

Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa

Istilah Kunci :
Karakter, akhlak, moral, watak (Perilaku)
Budaya luhur bangsa : Fitrah Illahi - Jati diri - Karakter - Perilaku
Jika budaya luhur bangsa berpengaruh dominan terhadap pembentukan karakter, perilaku masyarakat akan diwarnai oleh budaya luhur bangsa.
Dasar : Pasal 3 UU Sisdiknas ( lima dari delapan potensi peserta didik yang ingin dikembangkan lebih dekat dengan karakter.
Kihajar Dewantoro berpendapat : Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (Kekuatan Batin, Karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak. Bagian-bagian itu  tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita.pendidikan.

Hubungan Kegiatan Inti dari Standar Proses dengan ICARE

 Hubungan antara KBM Standar Proses dengan ICARE
 
Pada KBM ICARE

1.  Itroduction/ Pendahuluan
     Mengingatkan kembali, mengingatkan
2.  Connection
     Inti (Eksplorasi, Elaborasi dan Konfermasi)
     Menjelaskan , latihan, aplikasi
3.  Aplication : pelaksanaan elaborasi
4.  Reflection : 
     -  memeriksa sejauh mana tujuh sesi tercapai
     -  mengungkapkan hal yang masih membingungkan
5.  Extension  : Penutup umpan balik, evaluasi, PR


Pada Standar Proses
KBM meliputi :
1.  Pendahuluan
2.  Kegiatan Inti
  • Ekplorasi : mencari informasi dari berbagai sumber
  • Elaborasi : mengembangkan
  • Konfermasi  : memastikan kebenarannya, bagaimana cara mencapai umpan balik untuk mengetahui apakah yang kita sampaikan sudah tercapai
3.  Penutup

ICARE

ICARE

Pendekatan ICARE
ICARE adalah sebuah akronim bahasa Inggris dari Introduction Connection Aplication Reflextion Extantion (ICARE)
Latar Belakang :
1. Paket pelatihan perlu disusun dengan kerangka tertentu yang mudah ditulis dan digunakan
2. ICARE dapat digunakan sebagai salah satu kerangga untuk penulisan modul /pelatihan
Tujuan :
1.  Peserta mampu mengidentifikasi ciri-ciri komponen ICARE
2.  Menyusun draf satu sesi /topik unit paket pelatihan berdasar kerangka ICARE
Pertanyaan Kunci :
Apakah sajakah komponen ciri-siri ICARE
Bagaimanakah menyusun draf pelatihan berdasar satu sesi/topic unit paket pelatihan kerangka ICARE

Langkah -langkah kegiatan
1.  Introduction /pendahuluan /pengantar
mengetahui alasan topik di bahas
2. Connextion/ penghubungan /mengaitkan
mengaitkan hal yang baru dengan pengalaman sebelumnya
Connection --15'(25')
-Ungkap pengalaman -5'
  • Kerangka seperti apakah yang biasa saudara dalam menyusun rancangan saatu sesi pelatihan / pembelajaran
  • Menghubungkan dengan shemata : mengaitkan apa yang sudah dimiliki oleh peserta didik
Ungkapan Bagaimana
3.  Aplication/ penerapan
-  mengelompokkan kerangka sesi
4.  Reflection/meninjau kembali apa yang sudah dilaksanakan

5.  Extantin/ melatih menyusun sesi topik lain

ICARE - Standar PROSEs
  • Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan Inti
-  Explorasi
-  Elaborasi
-  Konfermasi
Penutup

Ontologi Puisi Gazali (Gugus Meranti - SDN Sungai Taib)

TABAH

Keraskan pukulan kita kawan
Pada tanah hati dan ladang jiwa anak-anak kita
Sungguh kehormatan kita
Ada pada hitam putih telapak kaki-kaki kecil mereka
Biarkan birokrasi membelah dada kita
Cemoohan matahari yang mengoyak jantung kita
Kita telah ditakdirkan ...
Untuk makan sisa uang dan nasi negara, yang recehan dan muntahannya
Mengisi perut anak-anak kita
Walaupun jika kita sesekali mengajukan interupsi dengan tengadah
Mata kita akan terbakar oleh fatamorgana
Yang disuguhkan oleh para kreditur dalam nampan bank-bank negara
Tetaplah berjalan gesit
Walau tali kredit membelit lambung kita
Cukup janji ilahi lewat lisan Nabi
"Sungguh sepaling mulia yang melata di perut bumi
Adalah para pengajar yang memiliki ikhlas sejati"

Bebunga Estate 18.10.2008
By : Gazali Rakhman

(NT 1)

Puncak qubah al Mehry ...
Melukis cinta di atas cakrawala
Merilis syair rindu dari jemari tangan yang merapat meratapi langit
Mengantar setiap doa yang mengetuk pintu singgasana Allah

Qubah emas
Melukis nuansa hati yang murni di atas cahaya
Yang konsentratnya memusat dan konvergen
Tak pernah buyar wajah dan senyum kekasih padanya
Dari lamunan yang merangkak menuju mimbar

Di sini ....
Gaung suci azzam dan tasbih dalam nama Tuhan
Tak jua mampu kalahkan doa-doa berprada cinta
Dari mulut sang pejuang waktu
Yang sejak lama menggenggam cinta dan rindu yang mengiris sisi hatinya
Yang luka-luka cemburunya siap diadukan di hadapan telapak kaki Tuhan

(Dian al Mehry 08.10.2009)

(NT 2)

Cinta ...
Membuat semua ikatan menjadi lepas merdeka
Al Istiqlal ... kemerdekaan yang menjadikan ruh berwibawa
Dan menundukan kekasaran fisik laksana budak
Di atasnya
Darah dan air mata adalah keniscayaan
Sedu sedan kerinduan adalah melodi

Tak peduli ....
Seperti syair yang terus tergurat oleh pena
Di jalur-jalur raya Jakarta
Menyeruak dari nurani lalu terkumpul dengan anggun
Di Monas .... Istiqlal .... dan museum Purna Bhakti Pertiwi

Di mata ... hati ... dan nurani ....
Wajah kekasih
Adalah mahkota kembang kemerdekaan jiwa
Yang membuat pencinta dapat berjalan mantap
Maka
Di setiap rasa dan lelakonnya ... didapati
Selalu menyenandungkan rindu.




(Istiqlal, 10.11.2009)
By : Gazali Rakhman

Lima Belas Karakter Manusia

Syakhshiyyatil Insaniyyah alal Quran
(15 Karakter Dasar Kemanusiaan dalam Sinyalemen Al Quran)
al Ghazali  -  SDN Sungai Taib Gugus Meranti Kotabaru
1. Manusia itu hakikatnya lemah dan kekurangan, namun cenderung menyombongkan diri - adh dha'f - (an Nisa : 29)
2. Manusia itu mudah tertipu - ghurur - (al Infithar : 6)
3. Manusia itu mudah lalai - gaflah - (at Takatsur : 1)
4. Manusia itu mudah khawatir dan sering ketakutan (al Baqarah : 155)
5. Manusia itu mudah terjebak dalam kesedihan - khuzn - (al Baqarah : 62)
6. Manusia itu selalu dalam ketergesakan - 'ajul - (al Isra : 11)
7. Manusia itu makhluk pembantah (an Nahl : 4)
8. Manusia itu suka berlebihan - ishraf - (al Alaq : 6) (Yunus : 12)
9. Manusia itu cenderung pelupa - khilaf - (az Zumar : 8)
10. Manusia itu suka berkeluh kesah (al Ma'arij : 20) (al Fushilat : 20) (al Isra : 83)
11. Manusia itu kikir - bakhil - (al Isra : 100)
12. Manusia itu suka kufur nikmat (az Zukhruf : 15) (al 'Adiyat : 6)
13. Manusia itu zalim dan bodoh (al Ahzab : 72)
14. Manusia itu suka mengikuti prasangka (Yunus : 36)
15. Manusia suka berangan-angan - thulil 'amal - (al Hadid : 72)

By : Ghazali Rakhman
SDN Sungai Taib
Gugus Meranti
Kotabaru

Selasa, 19 Oktober 2010

Antara Realita, Teori dan Konsep Pembelajaran

ANTARA REALITA TEORI DAN KONSEP PEMBELAJARAN
Oleh : Triyanta, S.Pd

Sebuah realita bagi seorang guru ketika selasai Kegiatan Belajar Mengajar (KMB) sering terjadi hasilnya ternyata tidak sesuai dengan harapan. Katakanlah sebuah konsep pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan model Jigsaw , konsepnya jelas bahwa keberadaan model Jigsaw adalah sebuah pembelajarn yang dipergunakan untuk mengatasi pembelajaran yang materinya cukup komplek dengan cara membentuk "TIM AHLI " dengan melakukan tahap-tahap kooperatif, tahap ahli kemudian tahap serangkai.secara teoritis dengan sintak itu pembelajaran akan menjadi efektif tidak memakan waktu dan hasilnya pun baik, tetapi terkadang hasilnya tidak sesuai harapan bahkan hasilnya berbanding terbalik antara realita dan kenyataan. Misal ini adalah sebagian kecil yang pernah dialami oleh penulis. Permaslahan yang timbul adalah mengapa itu terjadi? Apa yang salah dalam pembelajaran ini? Bagaimana menyikapinya?

Apakah kalimat retoris berikut ini muncul pada diri kita : Sudah siapkah peserta didik untuk belajar? Apakah gaya mengajar kita dapat menggerakkan motivasi belajar yang bisa dikiaskan "mendorong pantat gajah? Sudahkah kita mendorong peserta didik untuk ingin tahu? Sudahkah kita berusaha efektif memfasilitasi proses pembelajaran yaitu membelajarkan bagaimana cara peserta didik belajar? Sudahkan kita membelajarkan konsep secara sistemik yaitu belajar sesuai kebutuhan dan tingkat kesiapan peserta didik?

Kalimat retoris tersebut diatas, tidak perlu jawaban, karna yang tahu adalah kita sendiri. Suatu realita kita mengajar ternyata belum melakukan itu semua, jangan disalahkan putra-putri kita karena kita belum bemberikan sesuatu yang sangat dibutuhkan peserta didik dalam belaj

Rabu, 13 Oktober 2010

Puisi Seseorang Bertanya

Puisi Seseorang Bertanya


Dibawakan oleh : Ibnu Setyo Wardani Siswa SDN 1 Stagen, Gugus Meranti, Pulau Laut Utara, Kotabaru
Dinunggah oleh : Gurumuda

Link Gugus Meranti

http://triyanta-gurumuda.blogspot.com/

Suasana KBM SDN 1 Stagen

Suasan Belajar di SDN 1 Stagen,Gugus Meranti, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru




Bertanya tanda mau bisa, diam belum tentu bisa, riang gembira perlu dicipta, semangat belajar haruslah ada.
By : Gurumuda

Salam Jumpa

Hello, rekan guru di Gugus Meranti, selamat bergabung dengan Blog Gugus Meranti. Kita maju bersama untuk kita bersama. Ayo bergabung. By : Gurumuda